Bawaslu Buol Ajak Mahasiswa Jadi Garda Terdepan Pengawasan Partisipatif dalam Kegiatan LDK BSC STIE KBM Buol
|
Buol, Rabu, 15 Juli 2026 – Pimpinan Bawaslu Kabupaten Buol Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HP2H), Moh. Taufik Abdullah, menghadiri undangan sekaligus menjadi narasumber pada kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang diselenggarakan oleh Badan Senat Mahasiswa (BSC) STIE KBM Buol.
Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara Bawaslu dan kalangan akademisi dalam membangun kesadaran demokrasi, khususnya di kalangan mahasiswa sebagai generasi muda yang memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas pemilu dan pemilihan.
Dalam pemaparannya, Moh. Taufik Abdullah menyampaikan materi mengenai bahaya politik uang terhadap kualitas demokrasi serta pentingnya membangun budaya pengawasan partisipatif. Menurutnya, politik uang tidak hanya merusak integritas proses demokrasi, tetapi juga berpotensi melahirkan pemimpin yang tidak berpihak pada kepentingan masyarakat.
"Mahasiswa merupakan kelompok intelektual yang memiliki daya kritis dan pengaruh besar di tengah masyarakat. Peran tersebut harus diwujudkan dengan menjadi agen pendidikan politik, menolak praktik politik uang, serta aktif mengawal setiap tahapan pemilu dan pemilihan agar berlangsung jujur, adil, dan berintegritas," ujar Moh. Taufik Abdullah.
Selain membahas isu politik uang, Bawaslu Kabupaten Buol juga melaksanakan konsolidasi demokrasi dengan peserta LDK melalui diskusi interaktif mengenai berbagai bentuk pelanggaran pemilu, pentingnya pengawasan partisipatif, serta mekanisme pelaporan apabila masyarakat menemukan dugaan pelanggaran.
Dalam kesempatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi pelopor penyebaran informasi kepemiluan yang benar, menangkal hoaks, serta mendorong terciptanya budaya demokrasi yang sehat di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Buol berharap terbangun komitmen bersama dengan civitas akademika untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu. Kolaborasi antara penyelenggara pemilu dan mahasiswa diharapkan menjadi modal penting dalam mewujudkan pemilu yang demokratis, berintegritas, serta bebas dari praktik politik uang.
humas