Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Buol Gelar FGD Bersama Gen Z di SMA Negeri 2 Biau, Bahas Money Politik hingga Black Campaign

foto bersama

Foto bersama menutup kegiatan “Bawaslu Gen Z Pemilu 2029” yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Biau. Tampak Anggota Bawaslu Kabupaten Buol berpose bersama 30 peserta yang terdiri dari pengurus OSIS dan perwakilan ekstrakurikuler. Para peserta berdiri berjajar dengan penuh antusias sambil menunjukkan semangat kebersamaan setelah mengikuti sesi Focus Group Discussion (FGD) yang membahas isu money politik, politik identitas, isu SARA, serta black campaign. Momen ini menjadi simbol komitmen bersama generasi muda untuk mendukung pengawasan partisipatif menuju Pemilu 2029 yang berintegritas

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Buol melaksanakan kegiatan “Bawaslu Gen Z Pemilu 2029” yang dikemas melalui Focus Group Discussion (FGD) di SMA Negeri 2 Biau, Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan pengawasan partisipatif dengan menyasar generasi muda sebagai kelompok strategis dalam mendukung penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil, dan inklusif.

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 30 peserta yang terdiri dari pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan perwakilan berbagai ekstrakurikuler. Para peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan sejak pembukaan hingga sesi penutupan.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) untuk mendorong keterlibatan aktif peserta. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil guna membahas sejumlah isu penting yang telah ditentukan, yakni praktik money politik, politik identitas dan isu SARA, serta black campaign dalam tahapan pemilu.

Melalui FGD tersebut, setiap kelompok mendiskusikan dampak dari masing-masing isu terhadap kualitas demokrasi, khususnya di kalangan generasi muda. Peserta juga diminta mengidentifikasi potensi terjadinya praktik-praktik tersebut di lingkungan sekitar serta merumuskan langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh pelajar sebagai bagian dari pengawasan partisipatif.

Setelah sesi diskusi berlangsung, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil FGD di hadapan seluruh peserta dan narasumber dari Bawaslu Kabupaten Buol. Dalam sesi presentasi, peserta menyampaikan berbagai pandangan, di antaranya pentingnya menolak praktik money politik sejak dini, meningkatkan literasi digital untuk menangkal black campaign, serta menjaga persatuan dengan tidak mudah terpengaruh oleh politik identitas dan isu SARA.

Narasumber dari Bawaslu Kabupaten Buol memberikan tanggapan terhadap hasil presentasi peserta serta memperkuat pemahaman mengenai dampak negatif dari praktik money politik, politik identitas, isu SARA, dan black campaign terhadap integritas pemilu. Disampaikan pula bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi yang benar serta menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah.

Suasana FGD berlangsung interaktif dengan adanya dialog dua arah antara peserta dan narasumber. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan serta menyampaikan pengalaman dan pandangan terkait maraknya informasi di media sosial yang berpotensi mengandung unsur black campaign dan politik identitas.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Buol berharap pelajar dapat meningkatkan pemahaman kepemiluan serta memiliki kesadaran untuk ikut berpartisipasi dalam pengawasan pemilu secara mandiri dan bertanggung jawab. Selain itu, peserta diharapkan mampu menjadi agen sosialisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat dalam menolak praktik money politik, politik identitas, isu SARA, serta black campaign.

Kegiatan ditutup dengan penegasan pentingnya peran Gen Z sebagai motor penggerak pengawasan partisipatif. Dengan keterlibatan aktif generasi muda, diharapkan Pemilu 2029 dapat berlangsung lebih transparan, berintegritas, serta mendapat dukungan luas dari seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan pelajar.

Penulis : Humas