Lompat ke isi utama

Berita

Saat Kemah Jadi Ruang Belajar Demokrasi: Bawaslu Buol Libatkan Pramuka Ikuti Kegiatan Kemah Literasi Digital Pengawasan

Foto bersama Bawaslu Kab. Buol dengan Pramuka

Peserta Kemah Pengawasan Literasi Digital bersama jajaran Bawaslu Kabupaten Buol dan Dewan Kerja Cabang Pramuka Kabupaten Buol berfoto bersama usai pembukaan kegiatan di kawasan Tanjung Dako, Desa Mendaan, Kecamatan Karamat, Kabupaten Buol, Sabtu (09/05/2026). Kegiatan ini menjadi wadah edukasi bagi generasi muda dalam memperkuat literasi digital, pengawasan partisipatif, serta pencegahan hoaks dan politik uang di ruang digital.

Dalam upaya memperkuat kesadaran generasi muda terhadap pentingnya literasi digital dan pengawasan partisipatif, Bawaslu Kabupaten Buol bekerja sama dengan Dewan Kerja Cabang Pramuka Kabupaten Buol menggelar kegiatan “Kemah Pengawasan Literasi Digital” yang berlangsung pada 09 hingga 10 Mei 2026 di kawasan Tanjung Dako, Desa Mendaan, Kecamatan Karamat, Kabupaten Buol.

Kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus penguatan kapasitas generasi muda dalam menghadapi tantangan ruang digital yang semakin kompleks, khususnya menjelang dinamika demokrasi dan perkembangan informasi di media sosial. Peserta yang berasal dari unsur kepemudaan dan Pramuka mengikuti rangkaian kegiatan selama dua hari dengan konsep edukatif, interaktif, dan berbasis kemah.

Ketua Bawaslu Kabupaten Buol, Karianto, menyampaikan bahwa literasi digital menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang kritis dan sadar demokrasi. Menurutnya, generasi muda perlu dibekali kemampuan memilah informasi, memahami etika bermedia sosial, hingga mengenali potensi hoaks dan disinformasi yang dapat memengaruhi kualitas demokrasi.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang kemah, tetapi bagaimana membangun kesadaran kolektif generasi muda agar mampu menjadi pengawas partisipatif di ruang digital,” ujarnya.

Berbagai materi strategis disampaikan oleh narasumber pimpinan Bawaslu, dan organisasi Kepramukaan. Materi tersebut meliputi literasi digital dan etika bermedia sosial, demokrasi dan pengawasan partisipatif, hingga pengawasan politik uang di ruang digital. Selain itu, peserta juga mendapatkan penguatan terkait kepemimpinan dan gerakan kepemudaan.

Hadir juga turut membersamai kegiatan tersebut Sekretaris Kwarcab Kabupaten Buol, Moh Rusman R. Usia, dalam sesi literasi digital dan etika bermedia sosial. 

Sementara materi pengawasan politik uang di ruang digital dibawakan oleh Ismajaya. Dalam penyampaiannya, Ismajaya menekankan bahwa praktik politik uang kini tidak hanya terjadi secara langsung, tetapi juga mulai merambah ruang digital melalui berbagai bentuk kampanye terselubung, pemberian imbalan, hingga penyebaran narasi yang memengaruhi pilihan masyarakat.

Ia juga mengajak generasi muda untuk lebih kritis terhadap berbagai informasi dan aktivitas politik di media sosial. Menurutnya, pemuda memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menciptakan ruang digital yang sehat, bersih, dan demokratis.

Tidak hanya berfokus pada materi di dalam forum, kegiatan ini juga menghadirkan aktivitas outbound, diskusi malam, hingga aksi bersih-bersih area perkemahan sebagai bentuk penguatan nilai kolaborasi, kepemimpinan, dan kepedulian lingkungan.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Buol berharap lahir generasi muda yang tidak hanya aktif di ruang digital, tetapi juga mampu menjadi agen edukasi demokrasi yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab di tengah arus informasi yang terus berkembang.

humas