Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Buol Sambut Mahasiswa Magang: Wujud Sinergi Dunia Akademik dan Pengawasan Pemilu

Buol

Anggota Bawaslu Kabupaten Buol, Ismajaya ( Satu dari kiri ) saat menerima mahasisma Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Politik (STISIPOL) YPP Mujahiddin Kabupaten Buol, Kamis (2/10)

 

BUOL, Bawaslu Kabupaten Buol - Bawaslu Kabupaten Buol secara resmi menerima mahasiswa magang dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) YPP Mujahiddin Kabupaten Buol sebagai bagian dari sinergi antara dunia akademik dan lembaga pengawasan pemilu. Penerimaan ini berlangsung di Kantor Bawaslu Kabupaten Buol dan diterima langsung oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Buol, Ismajaya, Kamis (2/10).

Dalam penyampaiannya, Ismajaya menerangkan bahwa kehadiran mahasiswa magang menjadi langkah positif dalam memberikan ruang pembelajaran sekaligus memperkenalkan peran strategis Bawaslu dalam menjaga integritas demokrasi.

“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa STISIPOL Buol untuk melaksanakan magang di Bawaslu. Kehadiran mereka bukan hanya sekadar menjalani praktik akademik, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi nyata dalam memahami nilai-nilai pengawasan pemilu yang berintegritas,” ungkapnya.

Buol

Suasana penerimaan mahasisma Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Politik (STISIPOL) YPP Mujahiddin Kabupaten Buol, Kamis (2/10)

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa mahasiswa magang akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan kelembagaan, mulai dari aspek administrasi, pengelolaan data, hingga penguatan literasi kepemiluan. Hal ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengalaman mahasiswa dalam memahami dinamika penyelenggaraan pemilu yang demokratis dan berkeadilan.

Program magang ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan Bawaslu Kabupaten Buol dalam mencetak generasi muda yang sadar demokrasi serta berkomitmen terhadap nilai-nilai integritas.

Dengan penerimaan ini, Bawaslu Kabupaten Buol menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi bersama dunia pendidikan, sehingga nilai-nilai pengawasan partisipatif dapat semakin mengakar di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa sebagai agen perubahan, demikian Ismajaya.

Penulis: yni

Foto: Tito Zulfikar