Taufik Abdullah: Demokrasi Sejak Dini Lewat Literasi Pengawasan
|
BUOL, Bawaslu Kabupaten Buol - Upaya membumikan nilai-nilai demokrasi terus digalakkan oleh Bawaslu Kabupaten Buol, salah satunya melalui program edukatif bertajuk “Pelajar Cerdas, Demokrasi Berkualitas: Bawaslu Hadir di Sekolah,”yang kali ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Biau, Rabu (23/7). Program ini merupakan bagian dari gerakan literasi pengawasan pemilu yang dirancang untuk memperkenalkan dunia kepemiluan dan pentingnya pengawasan partisipatif kepada para pelajar sebagai generasi penerus bangsa.
Dalam kegiatan tersebut, Anggota Bawaslu Kabupaten Buol, Moh. Taufik Abdullah, turut hadir sebagai pemateri dan berdialog langsung dengan puluhan pelajar yang antusias mengikuti sesi. Mereka menyampaikan pentingnya memahami proses demokrasi secara menyeluruh, mulai dari tahapan pemilu, potensi pelanggaran, hingga peran warga negara dalam mengawal kejujuran dan keadilan pemilu.
“Program ini tidak hanya ingin memberi pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran. Pelajar jangan hanya jadi objek pemilu. Mereka harus siap menjadi subjek yang aktif, kritis, dan peduli terhadap integritas demokrasi,” tegas Taufik.
Suasana pelaksanaan kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif bertajuk “Pelajar Cerdas, Demokrasi Berkualitas: Bawaslu Hadir di Sekolah,” di SMK Negeri II Biau, Rabu (23/7).
Ia menekankan bahwa membangun demokrasi yang sehat harus dimulai dari dunia pendidikan. Menurutnya, pelajar memiliki potensi besar sebagai agen perubahan yang mampu menyuarakan nilai-nilai kejujuran, transparansi, dan anti-politik uang dalam kehidupan berbangsa.
“Generasi muda hari ini adalah pemimpin masa depan. Maka, mengenalkan pengawasan pemilu sejak di bangku sekolah adalah investasi penting bagi masa depan demokrasi kita,” ujarnya.
Melalui pendekatan dialogis dan interaktif, Bawaslu juga membuka ruang diskusi yang memungkinkan pelajar bertanya dan menyampaikan pandangan mereka. Hal ini menjadi langkah nyata Bawaslu dalam membangun kolaborasi yang sehat dengan kalangan muda, sekaligus memperkuat pendidikan politik yang inklusif dan partisipatif.
“Kami ingin Bawaslu hadir tidak hanya saat pemilu, tapi juga hadir dalam ruang-ruang pendidikan, di mana karakter dan kesadaran demokrasi mulai dibentuk,” pungkas Taufik Abdullah.
Penulis: yni
Foto: Humas Bawaslu Kabupaten Buol