Taufik Abdullah Hadiri Evaluasi P2P, Perkuat Peran Masyarakat Awasi Pemilu 2029
|
BUOL, Bawaslu Kabupaten Buol - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Buol, Moh. Taufik Abdullah, menghadiri Rapat Evaluasi Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Dalam Jaringan yang diselenggarakan Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya refleksi dan penguatan efektivitas pengawasan partisipatif sebagai fondasi menuju Pemilu 2029 yang bermartabat.
Rapat evaluasi tersebut mengusung tema “Berfungsi Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat” dan diikuti oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah, Nasrun dan Dewi Tisnawaty, bersama Kepala Bagian Pengawasan Syarifuddin Ishak. Hadir pula Perisai Demokrasi Bangsa Sulawesi Tengah, perwakilan P2P, serta jajaran anggota, kepala subbagian, dan staf Bawaslu kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah.
Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah, Nasrun, dalam arahannya menegaskan bahwa program P2P merupakan mitra strategis Bawaslu dalam memperluas pendidikan politik dan pengawasan pemilu berbasis masyarakat. Menurut dia, pengawasan partisipatif menjadi pilar penting dalam menjaga kualitas demokrasi.
“Pengawasan partisipatif adalah fondasi utama untuk mewujudkan Pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat,” ujar Nasrun.
Anggota Bawaslu Kabupaten Buol, Moh. Taufik Abdullah ( Satu dari kanan) saat hadir dalam Rapat Evaluasi Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Dalam Jaringan yang diselenggarakan Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah, Sabtu (13/12/2025).
Sementara itu, Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah, Dewi Tisnawaty, menekankan bahwa P2P harus dijalankan secara substantif dan berkelanjutan. Ia menilai, program ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan harus benar-benar hadir dan bergerak di tengah masyarakat.
“Melalui evaluasi ini diharapkan lahir saran dan masukan untuk memperkuat P2P sejak masa non-tahapan sebagai bekal menuju Pemilu 2029,” kata Dewi.
Dalam kesempatan tersebut, Moh. Taufik Abdullah menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong penguatan peran masyarakat dalam pengawasan pemilu, khususnya di Kabupaten Buol. Menurut dia, evaluasi P2P menjadi momentum penting untuk memastikan program berjalan efektif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pengawasan pemilu ke depan.
Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat gerakan pengawasan partisipatif yang inklusif dan berkelanjutan. Diharapkan, semangat “Berfungsi Bergerak” dapat menjadi energi bersama dalam menumbuhkan kesadaran demokrasi yang sehat dan bermartabat menuju Pemilu 2029.
Sumber: Media Sosial Bawaslu Sulteng
Penulis: yni
Foto: Humas Bawaslu Sulteng